TANGGUNG JAWAB TERHADAP LINGKUNGAN SEBAGAI BENTUK KEIMANAN KITA KEPADA ALLAH SWT

Assalamualaikum wr.wb.

  A. PENDAHULUAN

Tanggung jawab sosial dan lingkungan adalah sebuah kewajiban yang 

harus dilaksanakan oleh setiap perusahaan dalam mewujudkan peran aktif 

perusahaan dalam pembangunan nasional dalam segala bidang umumnya baik 

secara mikro dan makro, serta pembangunan bidang ekonomi khususnya. 

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan adalah komitmen perseroan untuk 

berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna 

meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi 

perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya 

(Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas pasal 1 

point 3). Pengertian ini mengandung arti bahwa perusahaan yang berbentuk 

Perseroan Terbatas (PT) mempunyai tanggung jawab sosial terhadap 

komunitas setempat dan lingkungan masyarakat umumnya. Implementasi atas 

peran tanggung jawab tersebut diatur dalam Pasal 74 UU Nomor 40 Tahun 

2007, dan pelaksanaannya harus dilaporkan dalam Laporan Tahunan 

Perusahaan (pasal 66 ayat 2c). 

B. TANGGUNG JAWAB TERHADAP LINGKUNGAN

Kerusakan sumber daya alam, pencemaran, tanah longsor, perubahan cuaca, pemanasan global beberapa dekade terakhir muncul karena efek dari berbagai aktivitas manusia. Hal tersebut memberikan gambaran bagaimana etika lingkungan manusia. Sehubungan dengan itu, problematika lingkungan muncul karena ketidakmampuan manusia mengembangkan tata nilai yang baik,gaya hidup,etika,dan pola berpikir harmonis dengan lingkungan. krisis lingkungan hidup yang dihadapi manusia modern merupakan akibat langsung dari cara pandang terhadap lingkungan hidup yang "nir-etik". Artinya manusia melakukan pengelolaan sumber- sumber alam atau "mengkonsumsi" lingkungan hampir tanpa peduli pada peran etika. Dapat dikatakan bahwa problematika lingkungan yang kompleks saat ini berangkat dari problem etika tersebut. Kita tak lagi hirau terhadap nilai dan kearifan hidup (etika), mengacuhkan, dan mengubah semata untuk kepentingan pribadi nan sesaat. 

Manusia modern menggunakan alam yang dianugerahi Allah nyaris tanpa memakai standar etika. Alam digunakan secara rakus, dirusak, dan dikotori, tanpa kesadaran bahwa itu keliru. Tak ayal bila akhirnya alam tak lagi berkualitas, aneka spesies punah, degradasi alam, pencemaran kemudian muncul sebagai problem utama yang menyita perhatian umat manusia. Tentu saja bukanlah hal yang keliru bila muncul tuduhan bahwa manusia titik pangkal semua permasalahan tersebut. Manusia telah menjelma menjadi musuh utama alam, makhluk yang memunculkan beragam konflik lingkungan. Problematika lingkungan terkait dengan pengembangan falsafah hidup (etika) tentang cara mengelola dan bereksistensi sehubungan dengan harmonisasi hidup dengan alam. Jadi ini berhubungan dengan bencana alam yang berada di Kalimantan.

 Hadits Tentang Pelestarian Lingkungan Hidup. 

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ 

Dari Anas bin Malik ra. Dia berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Tidaklah seorang Muslim pun yang menanam atau bercocok tanam, lalu tanamannya itu dimakan oleh burung, atau orang, atau binatang, melainkan hal itu menjadi shadaqah baginya”. (HR. Bukhari).

 Wassalam, terima kasih

 

Komentar

Posting Komentar